CONTOH BUSINESS PLAN
KEWIRAUSAHAAN 2
|
BUSINESS PLAN |
|
OM HUT PARKOPI |
Nama: Natanael JJ Loing
NIM: 20190801109
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
Kopi
adalah sejenis minuman yang berasal dari proses pengolahan biji tanaman kopi.
Defenisi kopi, Kopi digolongkan ke dalam famili Rubiaceae dengan genus Coffea.
Kopi hanya memiliki dua spesies yaitu Coffea arabica dan Coffea robusta. Kopi
bisa digolongkan sebagai minuman psikostimulant yang akan menyebabkan orang
tetap terjaga, mengurangi kelelahan, dan memberikan efek fisiologis berupa
peningkatan energi.
Kata
Kopi awalnya sekali berasal dari bahasa Turki, kahveh, yang diambil dari
bahasa Arab 'qahwah'. Kahveh bukanlah nama tanamannya tapi sudah menjadi nama
minumannya, yang sebenarnya mempunyai arti anggur dalam bahasa Arab. begitulah
sejarah kopi.
Kopi
merupakan salah satu minuman yang memiliki komposisi kafein yang besar dimana
satu buah cangkir kopi yang kita minum mengandung kafein yang cukup besar
yaitu 85gr. Relatifnya, Kafein berguna untuk membuat fungsi psikomotorik kita
tetap terjaga dan memberikan efek fisiologis yaitu berupa penambahan stamina.
Lain daripada itu, kopi juga mengandung berbagai unsur zat yang juga baik
untuk tubuh dalam menangkal efek radikal bebas. Senyawa antioksidan yang
berada didalam kopi seperti polifenol, flavonoid dan zat- zat lain yang
terkandung didalamnya (Adinyaputri, 2017).
Menurut
data yang diperoleh dari International Coffee Organization (ICO), dikatakan
bahwa kopi yang di produksi dunia pada tahun 2016 mencapai 9 juta ton kopi,
Diantaranya Brazil memproduksi 36% atau sekitar 3,3 juta ton. Dengan jumlah
produksi sebanyak 3,3 juta ton kopi ini, Brasil saat ini merupakan negara yang
menghasilkan kopi terbanyak di dunia. Berada di urutan kedua sebagai Negara
penghasil kopi terbesar di dunia adalah Vietnam memproduksi kopi sebesar 1,53
juta ton. Sedangkan di posisi ketiga sebagai negara penghasil kopi terbesar di
dunia adalah Kolombia dengan jumlah produksi sebanyak 840 ribu ton kopi.
Indonesia, juga merupakan negara penghasil kopi terbesar di Dunia. Dengan
kata lain Indonesia menempati posisi ke 4 sebagai negara penghasil kopi terbesar
di dunia dengan jumlah produksi sebanyak 600 ribu ton kopi (ICO, 2018).
Indonesia
sebagai salah satu negara produksi kopi terbesar di dunia, menjadikan bisnis
kopi menjadi salah satu bisnis yang menggiurkan bagi pada pengusaha, ditambah
lagi fakta bahwa kopi di zaman modern ini, bukan lagi menjadi miliki kaum tua
tetapi sudah berubah menjadi gaya hidup semua orang khususnya masyarakat
modern. Hal ini ditandai dengan semakin meningkatnya jumlah kopi pada
masyarakat dunia termasuk Indonesia. Menurut berita yang dikutip dari Media
Indonesia dikatakan bahwa terjadi peningkatan pertumbuhan konsumsi kopi dunia,
bahkan angka pengkonsumsi kopi di Tanah Air meningkat sebesar 8% lebih besar
daripada konsumsi kopi dunia yakni hanya sebesar 6% (Media Indonesia, 2018).
1.2 Problem
Masih banyak masyarakat yang belum mengenal minum kopi yang
baik, sehat dan benar. Banyak masyarakat di Indonesia cenderung meminum kopi instan
padahal banyak sekali bahan – bahan yang tidak baik di kopi instan, kopi bubuk
adalah kopi yang sebenarnya sedangkan kopi instan bukan.
Perbedaan yang utama dari kopi instan dan kopi bubuk
terletak pada bahan dasarnya. Intinya baik kopi instan maupun kopi bubuk adalah
kopi. Kopi bubuk adalah sekumpulan biji kopi yang telah digiling dengan ukuran
tertentu. Jenis biji apa yang digunakan akan menentukan seberapa enak kopi
itu. Artinya, setelah biji kopi dipetik dan dikeringkan lalu biji dipisahkan
dari biji kopi tersebut, biji kopi tersebut telah disangrai sampai tingkat
tertentu.
Sedangkan kopi instan adalah kopi bubuk, yang telah diseduh
menjadi kopi yang sebenarnya dapat diminum. Hanya cairannya yang kemudian
didinginkan dan dikeringkan (melalui berbagai proses) sehingga yang tersisa
hanya padatan pada kopi.
Kadungan kafein pada kopi instan sangat sedikit dibandingkan kopi bubuk dikarenakan kandungan kopi pada kopi instan kurang lebih hanya 10% sisanya adalah perisa kopi, gula dan bahan lainnya, sedangkan kopi bubuk bisa dibilang hampir 100% adalah kopi asli, tetapi kopi instan mempunyai kandungan akrilamida yang tinggi, Senyawa ini terbentuk akibat pemasan di atas 120 celcius. Akrilamida bisa memicu kanker. Penelitian Mojska dan Gielecińska pada 2013 menyebut akrilamida tertinggi ditemukan pada kopi substitusi (818 µg/kg), kopi instan (358 µg/kg), dan kopi hitam (179 µg/kg).
1.3 Solution
Hadirnya
kafe – kafe dan coffee shop dengan barista – barista handal adalah solusi
ketidaktahuan masyarakat terhadap sebuah kopi, bukan hanya memberi tahu kopi yang
baik, sehat dan benar, tetapi juga memberitahu banyak hal seputar kopi, dan
kafe atau coffee shop juga menjadi para tempat pecinta kopi untuk saling berbagi
cerita tentang kopi itu sendiri.
1.4 Oppurtunity
Semakin banyak pecinta
kopi di Indonesia dan mulai banyak perlombaan untuk barista, menjadikan orang
mulai menyukai pekerjaan sebagai barista, membuat banyak masyarakat mulai penasaran
dengan kopi itu sendiri dan disinilah sebuah kesempatan dimana usaha kafe
sangat menguntungkan.
ANALISIS INTERNAL & EXTERNAL
2.1 VRIO
Hasil dan pembahasan, didapat dengan survey di lokasi dan wawancara dengan
barista di tempat.
|
No |
Resources |
V |
R |
I |
O |
Impact
of Competitive Advantage |
|
1 |
Merk / Nama |
Yes |
Yes |
Yes |
Yes |
Sustained Competitive Advantage |
|
2 |
Sumber Daya Manusia |
Yes |
No |
Yes |
Yes |
Competitive Disadvantage |
|
3 |
Alat Kopi |
Yes |
Yes |
Yes |
Yes |
Sustained Competitive Advantage |
|
4 |
Kopi |
Yes |
Yes |
Yes |
Yes |
Sustained Competitive Advantage |
|
5 |
Makanan |
Yes |
No |
No |
No |
Competitive Disadvantage |
|
6 |
Minuman |
Yes |
No |
Yes |
Yes |
Competitive Disadvantage |
|
7 |
Lingkungan |
Yes |
No |
No |
No |
Competitive Disadvantage |
|
8 |
Relasi |
Yes |
Yes |
No |
Yes |
Temporary Competitive Advantage |
|
9 |
Iklan / Promosi |
Yes |
Yes |
Yes |
Yes |
Sustained Competitive Advantage |
|
10 |
Social Media |
Yes |
Yes |
Yes |
Yes |
Sustained Competitive Advantage |
2.2 SWOT
A.
Strengths
·
Merk yang unik
·
Original Beans Coffee
·
Tempat yang strategis
·
Harga yang sesuai dengan pasar
·
Barista yang ramah
·
Banyak pilihan beans coffee
B.
Weaknesses
·
Konsep tempat masih belum jelas
·
Penjualan online masih kurang mendorong
·
Menu makanan ringan kurang
·
Pemesanan makanan masih cukup lama
C.
Opportunities
·
Memperluas lokasi
·
Harga yang bisa kompetitif
·
Rekomendasi antar pelanggan
D.
Threats
·
Regulasi kebijakan pemerintah saat Covid - 19
·
Pesaing mulai banyak
·
Kepercayaan konsumen menurun
2.3 Analysis
PEST
A.
Politik
Pada faktor politik
sekarang pada saat pemerintahan Jokowi tidak terlalu berdampak keseluruhan
bagi usaha ini tetapi pada saat kelengkaan minyak goreng yang disebabkan oleh
korupsi membuat adanya pengaruh yang lumayan pada sektor produksi makanan
usaha ini.
B.
Ekonomi
COVID – 19 sangat
berdampak sekali pada sektor ekonomi dan ini pun sangat berdampak pada usaha
ini di sektor ekonomi, kenaikan harga pada beberapa produk supplier membuat
usaha ini pun harus mencari strategi agar tetap bisa berjalan seperti sedia
kala.
C.
Sosial
COVID – 19 juga berdampak dari gaya hidup sosial berbudaya
di sekitar, yang membuat konsumen lebih banyak bergkegiatan di rumah, yang
berdampak juga pada usaha ini, dan akhirnya mulai memusatkan penjualan di
bidang online.
D.
Teknologi
Sistem teknologi yang dipakai di usaha ini baru hanya Point
Of Sales dan mesin kopi yang sudah mengikuti perkembangan dari kafe pada zaman
ini, tetapi masih banyak juga yang harus di improve dari segi teknologi.
ANALISIS KONSUMEN
3.1 STP
A.
Segmenting
·
Segmentasi Geografi
Menurut Philip Kotler
dan Gary Amstrong (2012, h.226), Segmentasi Geografis membutuhkan pembagian
pasar menjadi unit geografis yang berbeda seperti negara, wilayah, negara
bagian, daerah, kota, atau bahkan lingkungan sekitar.
Segmentasi Geografi OH
PARKOPI berada di kompleks perumahan bertempat di ruko yang berdekatan dengan
dua sekolah, satu kampus, beberapa kantor dan beberapa tempat les, ini
merupakan tempat yang strategis untuk segmentasi geografi.
·
Segmentasi Demografi
Segmentasi demografik membagi pasar menjadi kelompok
berdasarkan pada variabel seperti umur, jenis kelamin, besar keluarga, siklus
kehidupan keluarga, pendapatan, pekerjaan, pendidikan, agama, ras, dan
kebangsaan.
Segmentasi demografik OH PARKOPI yang mayoritas adalah
mahasiwa laki-laki, karena untuk yang lebih suka nongkrong adalah mahasiswa
laki-laki, kategori mahasiswa masih lebih banyak selanjutnya ada orang tua
yang mengantar les dan karyawan kantor.
·
Segmentasi Psikografi
Segmentasi psikografik membagi pembeli
menjadi kelompok berbeda berdasarkan pada karakteristik sosial, gaya hidup
atau kepribadian.
Tingkah laku masyarakat membeli produk kami lebih banyak membeli produk
yang bukan kopi untuk produk kopi nya lebih banyak kopi manis karena cenderung
masyarkat di sekitar lebih suka yang manis untuk produk kopipun juga masih ada
peminatnya tapi masih lebih banyak yang membeli tidak kopi atau kopi manis
seperti Es Kopi OH.
B.
Targeting
Tjiptono, 2012). Menurut Kasali dalam Fauziah (2016)
ada empat yang harus dipenuhi dalam mendapatkan pasar sasaran, namun dalam
penelitian ini terdapat dua hal yang dipakai sesuai dengan hasil wawancara di
lapangan.
·
Potensi Penjualan
Pasar sasaran harus responsive terhadap produk atau
produk pemasaran yang di kembangkan. Langkah ini dimulai dengan studi
segmentasi yang jelas karena tanpa pasar sasaran yang jelas produsen
menanggung resiko yang terlalu besar. Semakin besar pasar sasaran, semakin
besar nilainya. Besarnya bukan hanya ditemukan oleh jumlah populasi tapi juga
daya beli dan keinginan pasar untuk memiliki produk tersebut.
Peminat dari OH PARKOPI pada tahun pertama sangat
meningkat apalagi pasar mulai mengenal OH PARKOPI dengan marketing dari OH
PARKOPI sendiri dan kalangan pertemenan hingga COVID – 19 menyerang terjadi
pandemic omset langsung menurun drastis akhirnya OH PARKOPI menekankan
strategi jualan online, dan mulai bertumbuh kembali dan kerjasama dengan
beberapa kantor untuk memasuki produk kami, dan penjualan pun mulai bisa
kembali normal. Pandemi mulai berkurang OH PARKOPI juga mulai meningkatkan
penjualan on site.
·
Pertumbuhan yang memadai
Pasar yang tidak dengan segera bereaksi. Pasar tumbuh
perlahan-lahan sampai akhirnya meluncur dengan cepat dan mencapai titik
pendewasaan.
Untuk persaingan sudah mulai terasa karena mulainya
banyak pesaing kopi disekitar wilayah OH PARKOPI, disini OH PARKOPI mulai
berpikir untuk mempertahankan cita rasa dan membuat karakter dari OH PARKOPI
itu sendiri dan mulai mengikuti pasar dan konsumen apa yang di perlukan dan di
sukai.
C.
Positioning
Menurut Eddy Soeryanto Soegoto
(2009) Positioning adalah cara membangun citra atau identitas di benak
konsumen untuk produk, merek, atau lembaga tertentu dengan membangun persepsi
relative suatu produk terhadap produk lain. Berdasarkan pengertian positioning
menurut beberapa ahli dapat disimpulkan bahwa positioning adalah penempatan produk
dengan ciri khas yang dimiliki produk itu sendiri dan mmapu bersaing dengan
produk yang lain.
·
Atribut
Hal ini terjadi apabila suatu
perusahaan memposisikan dengan menonjolkan atribut produk yang lebih unggul
dibanding pesaingnya, seperti ukuran, lama keberadaannya, dan seterusnya.
Atribut yang OH PARKOPI punya
pastinya di Houseblend yang unggul dari pesaing di sekitar, dan lebih cocok
dengan konsumen, bahkan OH PARKOPI pun punya beberapa pilihan dari Houseblend
itu sendiri.
·
Manfaat
Hal ini terjadi apabila produk
diposisikan sebagai pemimpin dalam suatu manfaat tertentu.
Houseblend merupakan dasar dari
setiap produk kopi OH PARKOPI dan ini merupakan sebuah keunggulan dan manfaat
untuk mendorong produk OH PARKOPI.
3.2 Customer
Persona
A.
Kompetitif Persona
·
Barista
Pelanggan dengan status Barista, biasanya
mereka membeli beans coffee untuk bahan evaluasi mereka yang berguna untuk
sebuah kompetisi barista atau brewer pada saat yang akan datang.
·
Home brewer
Sama dengan barista untuk keperluan
kompetisi dan bahan evaluasi mereka tetapi mereka tidak berstatus barista atau
bekerja pada sebuah coffee shop atau kafe, biasanya mereka emang menyukai meneliti
sendiri dan ikut kompetisi sebagai hobi.
B.
Spontaneous Persona
·
Penikmat Kopi
Pada umumnya para penikmat kopi
mereka tidak memedulikan harga pada kopi tersebut tetapi mereka lebih mementingkan
rasa dan pengalaman yang mereka rasa pada produk yang mereka beli.
C.
Methodical Persona
·
Pelajar
Sesuai dengan keuangan mereka
biasanya mereka akan memulai melihat harga lalu membandingkan dengan competitor
yang ada.
·
Ibu- ibu
Beberapa dari customer ibu – ibu selalu
akan membandingkan dengan competitor yang bertujuan untuk mendapatkan harga
yang sesuai dengan mereka inginkan
D.
Humanistic Persona
·
Pendatang baru
Pendatang baru atau customer yang
benar – benar baru dalam dunia kopi dan ingin belajar.
3.3 Early
Adopter
Para barista dan penikmat
kopi akan menjadi selalu early adopter di usaha ini dan itu sudah pasti.
Dikarenakan mereka akan selalu juga bekerjsama dengan usaha ini tentang
evaluasi dari produk inovasi atau pertama kali dikeluarkan.
CUSTOMER VALUE PROPOSITION
Value yang di dapat dari Customer ketika menjadi Kustomer
pertama, Pelanggan dan Sharing.
1.
Kustomer Pertama
·
Mendaptkan poin ketika pertama kali datang ke OM
HUT dengan menjadi member dengan total belanja Rp. 50,000.
·
Mendapatkan pengetahuan dari barista OM HUT
PARKOPI.
2.
Pelanggan
·
Poin berkelanjutan setiap transaksi kelipatan Rp.
50,000/transaski.
·
Pengalaman menyeduh kopi sendiri dan latte art sendiri
dengan didampingi oleh barista.
3.
Sharing
·
Diskon Instagram stories / feed sebesari 10%
ANALISIS PESAING
Persaingan di
lingkungan mulai terasa karena mulai banyaknya kafe – kafe dan coffee shop
bermunculan, usaha ini pun harus memikirkan strategi yang harus dilakukan.
Strategi yang
usaha ini lakukan tetap harus mengikuti harga pasar karena beberapa ada yang
mulai melebihi harga pasar dan berkurang dari harga pasar itu ada plus minusnya
tetapi dengan mengikuti harga pasar customer melihat konsistensi dari kafe
tersebut kedepannya, dan juga strategi selanjutnya adalah lebih mempertahankan kualitas dari
produk itu sendiri, selanjutnya berinovasi pada signature dish dan memperkuat
signature awal yaitu Es Kopi OH dengan cara lebih mempromosikannya ke customer dan
masyarakat sekitar.

Comments
Post a Comment